Kemana Arah Pendidikan Kita Mau dibawa

Kemana Arah Pendidikan Generasi Mendatang

Diskusi membahas dunia pendidikan hari ini, memprihatinkan sekali, serta di ambang kehancuran, kalau tidak diselamatkan. He he maaf, orang yang tidak berpendidikan dan tidak tahu hukum membahas pendidikan dan hukum.

Para pengajar notabenenya hanya sekedar tranfer ilmu, sekedar mengajar bukan mendidik. Yang penting sudah melaksanakan tugas, dapet gaji, tidak ada / jauh sekali dari agenda mendidik dalam arti kata yang sebenarnya.

Jauh sekali peduli dengan kehidupan siswa di luar jam pelajaran … itulah kehancuran sistem/dunia pendidikan hari ini …

Ketika terjadi tawuran atau kenakalan remaja jangan semata-mata menyalahkan dan menghukum anak-anak. TIDAK menghukum lebih baik, daripada SALAH menghukum. Karena kesalahan itu sebenarnya bukan semata-mata 100% kesalahan mereka, walaupun ada tidak bisa sepenuhnya mereka disalahkan! Jadi kesalahan siapa?

Siapa yang mendidiknya, lingkungan keluarganya, lingkungan masyarakatnya dan lingkungan sekolahnya, dan media serta pergaulannya. Kesalahan 1 atau generasi atau generasi lainnya. Ada kesalahan yang betul-betul kesalahan atau justru kesalahan itu telah dirancang. Yap kehancuran moral anak-anak dan bangsa serta dunia ini ada pihak yang merencakanannya. Sebutlah salah satu gejala misalnya, Gejala sosial yang menyimpang, Seks bebas, LGBT, apa smua terjadi begitu saja tanpa ada yang merancang.

Sang perancang itu sendiri bukan sembarang orang, kalau orang. Kalau makhluk lain juga bukan makhluk sebarang makhluk. Tentu ketua atau presiden, atau minimal jendralnya. Lantas, kalau perusaknya juga hebat apa bisa dilawan dengan orang biasa.

Bukan maksud mau meniru film, mentang suka nonton film J Tapi Biasanya Super Jahat hanya bisa dikalahkan oleh Super Baik.

Jika anak murid atau siswa nakal jangan salahkan mentah-mentah seluruhnya anak murid atau siswa saja, ada orang tua, masyarakat, lingkungan pergaulan dan media. Demikian juga jika rakyat jahat jangan semata-mata salahkan rakyat, Dan juga jika anak-anak “nakal” jangan salahkan bulat-bulat itu semata-mata faktor kesalahan anaknya.

Ternyata “kenakalan” Malin Kundang itu, tidak sepenuhnya kesalahan Malin Kundang semata sebagai anak, tapi juga ada peran ibu, bapak, serta masyarakat, sebagai orang tua yang mendidiknya dengan “cara” yang salah … selagi dalam asuhannya. Bila salah dalam mendidika sedari kecil, jangan salahkan ketika dewasa ia jadi senjata makan tuan. Kalau sejak kecil dimanjakan dan segala kemauan dituruti walaupun tidak mendidik, Begitulah kalau didikan tanpa Tuhan. Bisa menjadikan orang lupa daratan …

Melihat gelagat pendidikan hari ini, lantas kemana arah generasi penerus mau dibawa … J

Leave a comment